PWI Jateng & USM Tingkatkan Skill Wartawan Lewat Pelatihan Kilat

Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jawa Tengah resmi menjalin kerja sama strategis di bidang pendidikan dengan Program Pascasarjana Universitas Semarang (USM). Perjanjian kolaborasi ini ditandatangani oleh Ketua PWI Jateng, Setiawan Hendra Kelana, dan Direktur Program Pascasarjana USM, Muhammad Junaidi, di GM Setos Hotel, Semarang.

Penandatanganan ini merupakan bagian dari rangkaian acara gathering dan buka puasa bersama bertajuk “USM Collaborative Synergy: Kolaborasi USM dan Mitra Stakeholder 2026”. Langkah ini disambut baik oleh Setiawan, yang mengapresiasi upaya Pascasarjana USM dalam memperluas program magister dan doktor melalui kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk organisasi wartawan.

Kerja sama ini diharapkan membuka kesempatan bagi para jurnalis untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang magister. Selain itu, kolaborasi ini juga bertujuan mendorong pengembangan intelektual insan pers melalui penulisan buku dan karya jurnalistik yang berbasis riset.

Hubungan PWI dan USM sendiri bukanlah hal baru. Keduanya telah lama berkolaborasi dalam berbagai kegiatan, mulai dari pelatihan menulis, penyelenggaraan Uji Kompetensi Wartawan, hingga menjadi tuan rumah dialog rektor dalam peringatan Hari Pers Nasional.

Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah pengurus PWI Jateng, termasuk Bendahara M Chamim Rifai, Wakil Ketua Bidang Kerja Sama Hery Pamungkas, Wakil Ketua Bidang Organisasi Sunarto, dan Ketua Seksi Wartawan Olahraga (SIWO) Wisnu Setiadji. Dari pihak USM, hadir Wakil Rektor II Abdul Karim yang mewakili Rektor Supari, beserta sejumlah pimpinan program studi pascasarjana.

Abdul Karim dalam sambutannya menegaskan komitmen USM untuk terus menjaga kualitas akademik dan reputasi institusi. Ia menjelaskan bahwa USM memiliki fondasi yang kuat, didirikan oleh para profesor lulusan Universitas Diponegoro, dan sebagian besar pengajarnya pun berasal dari almamater yang sama.

Meski banyak perguruan tinggi swasta menghadapi tantangan penurunan jumlah mahasiswa, USM terus berinovasi dengan menggandeng berbagai pemangku kepentingan dari berbagai profesi. Salah satu upayanya adalah mengajak para lulusan magister untuk berkontribusi dalam memajukan program studi.

Muhammad Junaidi, Direktur Pascasarjana USM, menambahkan bahwa terdapat banyak potensi kerja sama yang dapat dikembangkan dengan pemerintah daerah dan mitra lainnya. Ia mencontohkan daftar inventarisasi masalah dari pemerintah provinsi yang dapat menjadi topik penelitian tesis dan disertasi mahasiswa, yang kemudian dipublikasikan di jurnal nasional maupun internasional.

USM juga menawarkan biaya pendidikan yang terjangkau bagi mahasiswa pascasarjana. Hal ini sejalan dengan visi pendiri kampus untuk memastikan pendidikan tinggi tetap dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.

Selain penandatanganan kerja sama, acara gathering tersebut juga diisi dengan diskusi dan testimoni dari Camat Semarang Timur Akbar Ali Nurdin, Bendahara PWI Jateng M Chamim Rifai, serta Ketua Program Studi Magister Teknik Sipil USM Adolf Situmorang.

Akbar Ali Nurdin mengapresiasi kontribusi USM dalam membantu masyarakat melalui program kuliah kerja nyata dan kegiatan pengabdian. Sementara M Chamim Rifai mengenang perjalanan USM yang dahulu dikenal sebagai “Universitas Sebelah Masjid” di Jalan Atmodirono, hingga kini berkembang menjadi kampus megah di kawasan Arteri Soekarno-Hatta, Semarang.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *