Universitas Diponegoro (Undip) terus menunjukkan kiprahnya dalam menghasilkan berbagai inovasi. Kemajuan ini tak lepas dari hasil riset mendalam yang dilakukan oleh para dosen dan mahasiswa.
Keberhasilan Undip dalam menciptakan beragam inovasi ini diungkapkan oleh Wakil Rektor Undip, Wijayanto PhD, pada Kamis (12/3/2026) di ruang rektorat Kampus Tembalang.
Ia didampingi Direktur Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip, Dr. Nurul Hasfi, serta sejumlah dosen yang merupakan bagian dari upaya diseminasi hasil riset unggulan kampus dalam forum Media Gathering 2026.
“Banyak hasil riset dosen Undip yang dampak dan manfaatnya telah dirasakan luas,” tutur Wakil Rektor Wijayanto, yang juga membidangi Riset, Inovasi, Kerja Sama, dan Komunikasi Publik di Undip.
Menurutnya, pencapaian inovasi ini tidak terlepas dari atmosfer akademik yang sangat memadai di kampus tersebut.
Riset yang digarap oleh civitas akademika Undip tidak hanya berhenti pada publikasi ilmiah di jurnal bereputasi. Lebih dari itu, riset-riset tersebut membawa dampak positif dan manfaat yang luas bagi masyarakat maupun dunia industri.
Wijayanto, yang merupakan lulusan doktor dari Universitas Leiden Belanda, membeberkan beberapa penelitian strategis yang telah berhasil diimplementasikan.
Salah satu contoh nyata adalah riset mengenai mesin desalinasi air yang dikembangkan oleh pakar dan guru besar Undip.
Mesin desalinasi Undip tidak hanya dimanfaatkan di Jawa Tengah, tetapi juga menarik perhatian daerah lain untuk kebutuhan air bersih.
Inovasi pengubah air payau menjadi layak konsumsi ini bahkan pernah dikirim untuk membantu masyarakat di Pulau Sumatera pasca-bencana.
Tak hanya terobosan desalinasi air, Undip juga memiliki berbagai riset bermanfaat lainnya, seperti pengembangan teknologi plasma ozon.
Melalui penelitian di Center for Plasma Research Undip, Prof. Dr. M. Nur berhasil mengembangkan alat pereduksi pestisida pada sayuran dan buah menggunakan teknologi pencucian gelembung mikro ozon.
Penemuan ini diharapkan dapat berkontribusi dalam pencegahan stunting pada anak, yang salah satu penyebabnya adalah kandungan pestisida dalam pangan.
Alat tersebut bekerja dengan generator ozon yang menghasilkan gelembung mikro dan nano, yang lebih mudah larut dalam air.
Air yang telah terlarut ozon kemudian digunakan untuk mencuci produk hortikultura yang mengandung pestisida.
Proses pencucian ini dilakukan dalam wadah berputar (pesawat sentrifugal) agar air bekas cucian langsung terbuang dan tidak mengenai produk kembali.
Selain teknologi plasma ozon, para ilmuwan Undip juga mengembangkan berbagai rekayasa inovasi modern lainnya.
Beberapa di antaranya adalah tangan mekanik bionik elektrik, keramba apung ramah lingkungan, serta alat kalender digital mitigasi banjir dan rob, dan masih banyak lagi.

