Mahasiswa Undip Banjir Aceh Didukung Beasiswa YBM PLN

Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) PLN Jateng-DIY, melalui Yayasan Baitul Maal (YBM) PLN, menunjukkan kepeduliannya terhadap dunia pendidikan dengan menyalurkan bantuan kepada mahasiswa Universitas Diponegoro (Undip) yang terdampak bencana banjir di Aceh dan Sumatera beberapa bulan lalu.

Bantuan berupa beasiswa ini diserahkan secara simbolis oleh Manager PLN UP2B Jateng-DIY, Rachmat Hidayat, di Gedung Widya Puraya Kampus Undip Tembalang, Semarang.

Sebanyak sepuluh mahasiswa Undip dari berbagai jurusan, yang berasal dari daerah terdampak bencana seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat, menjadi penerima manfaat bantuan pendidikan ini.

Acara penyerahan bantuan dihadiri oleh perwakilan dari Universitas Diponegoro, yaitu Direktur Kemahasiswaan dan Alumni Edy Surahmad, Wakil Direktur Layanan Kemahasiswaan dan Alumni Dr. Ir. Abdul Syakur, serta Manajer Kemahasiswaan dan Alumni Muhammad Muntafi.

Manager PLN UP2B Jateng–DIY, Rachmat Hidayat, menyatakan bahwa aksi sosial ini merupakan wujud kepedulian PLN terhadap sektor pendidikan, terutama bagi para pelajar yang menghadapi musibah di daerah asal mereka.

“Dampak bencana ini cukup besar. Kami dari PLN sebagai instansi pemerintah ikut peduli dan ingin membantu para pelajar. Harapannya mereka tetap semangat belajar dengan tenang dan dapat menyelesaikan studi tepat waktu,” ujar Rachmat Hidayat.

Pihak Universitas Diponegoro melalui Direktur Kemahasiswaan dan Alumni, Edy Surahmad, menyampaikan apresiasi mendalam atas bantuan yang diberikan oleh PLN melalui YBM PLN.

Menurut Edy Surahmad, pendidikan merupakan sebuah proses yang tak boleh terhenti, bahkan bagi mahasiswa yang sedang dilanda musibah.

“Musibah datangnya tidak bisa kita duga. Mahasiswa yang tertimpa bencana tetap harus kita bantu agar mereka dapat melanjutkan pendidikan hingga lulus,” tegas Edy Surahmad.

Ia menambahkan bahwa Undip telah memiliki berbagai kebijakan untuk mendukung mahasiswa yang terdampak bencana.

Kebijakan tersebut meliputi pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester, pemberian bantuan biaya hidup bulanan selama satu semester, dan penyediaan fasilitas makan gratis setiap hari di lingkungan kampus.

Selain itu, Universitas Diponegoro juga aktif menjalin kemitraan dengan berbagai pihak, baik dari sektor BUMN maupun swasta, untuk memberikan bantuan yang dibutuhkan oleh para mahasiswa.

“Kami bekerja sama dengan berbagai mitra untuk menyampaikan bantuan kepada mahasiswa yang terdampak musibah,” ungkap Edy Surahmad.

Salah satu mahasiswa penerima bantuan, Arfi Ananda, mengungkapkan rasa terima kasihnya atas perhatian yang diberikan oleh PLN.

Arfi Ananda menjelaskan bahwa bantuan ini sangat berarti bagi para pelajar yang keluarganya masih merasakan dampak dari bencana banjir yang terjadi sekitar tiga bulan lalu.

“Walaupun banjir sudah terjadi sekitar tiga bulan lalu, sebagian masyarakat di daerah kami masih merasakan dampaknya. Bantuan ini sangat membantu kami untuk tetap fokus melanjutkan kuliah,” tuturnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *